Salah satu aspek yang sering kali terlupakan, tetapi sebetulnya sangat penting dalam setup komputer adalah processor. Processor adalah otak komputer, tempat semua proses berlangsung.
Dari browsing web sederhana hingga menjalankan software dengan kebutuhan komputasi tinggi, semuanya bergantung pada processor.
Itu sebabnya, memilih processor yang tepat adalah keputusan krusial dalam membangun atau membeli komputer.

Terlebih lagi, kemajuan teknologi terus meningkat. Kini ada berbagai jenis processor komputer, mulai dari yang dirancang khusus untuk efisiensi energi, hingga yang difokuskan pada kecepatan dan kinerja tinggi.
Dengan begitu banyak pilihan, mungkin bisa jadi sulit untuk menentukan mana yang paling cocok untuk kebutuhan dan budget kamu.
Sebelum menentukan pilihan Processor, ada baiknya kamu mengetahui apa saja processor yang terdapat dipasaran.
Intel Processor
Intel Corporation, perusahaan teknologi raksasa yang berdiri sejak tahun 1968, udah produksi banyak banget prosesor dari dulu sampai sekarang.
Intel pertama kali hadir dengan prosesor 4-bit mereka (Intel 4004), terus melangkah ke depan dengan prosesor 8-bit (8008), 16-bit (8088,8086), sampai yang paling mutakhir 32-bit (Pentium, Xeon).
Jenis-jenis Processor Intel
Processor Intel sendiri punya banyak ragam, berikut adalah beberapa jenis varian dari prosesor Intel yang sering ditemui :
- Intel 4004 Microprocessor: Sebagai microprocessor pertama yang dikembangkan oleh Intel pada tahun 1971
- Prosesor Atom: Ini adalah merek prosesor atau prosesor Intel x86 dan x86-64 yang dirancang untuk proses CMOS 45nm dan dimaksudkan untuk digunakan pada smartphone, MID, PC ultraportabel, dan netbook.
- Intel Core Series: Termasuk seri i3, i5, i7, dan i9.
- Intel Pentium: Merupakan lini produk prosesor Intel yang menggantikan Celeron.
- Intel Celeron: Dikenal sebagai prosesor yang memberikan performa yang cukup untuk kebutuhan computing ringan.
- Intel Xeon: Disarankan untuk penggunaan server, karena memberikan performa yang optimal dan dilengkapi dengan fitur tambahan yang diperlukan untuk komputasi yang lebih berat.
Processor AMD
Processor AMD (Advanced Micro Devices) populer dengan sejumblah varian yang mengkhusus dalam berbagai bidang, mulai dari komputasi sehari-hari hingga gaming dan pekerjaan berat. Berikut ini beberapa varian processor AMD yang populer dan sering beredar di pasaran:
- AMD Ryzen Series: Termasuk seri Ryzen 3, Ryzen 5, Ryzen 7, dan Ryzen 9. Seri ini sering dibandingkan dengan seri Intel Core, karena menawarkan kinerja yang kompetitif dengan harga yang lebih terjangkau.
- AMD FX Series: Meski sudah tidak diproduksi lagi, seri ini masih populer di kalangan pengguna komputer untuk penggunaan sehari-hari dan gaming ringan.
- AMD Athlon Series: Seperti FX Series, AMD Athlon juga sudah tidak diproduksi lagi. Namun, seri ini tetap populer di pasaran bekas dan masih digunakan oleh banyak pengguna komputer.
Perbedaan utama arsitektur prosesor AMD dan Intel adalah dalam desain pengaturan memori mereka. AMD menggunakan desain memory controller yang terintegrasi dalam prosesor, yang membuat jalur data dari prosesor ke chipset lebih singkat.
Sementara prosesor Intel baru menggunakan desain serupa dimulai dari generasi Core i7.
Processor ARM
Processor ARM (Advanced RISC Machines) merupakan jenis prosesor yang populer di dunia perangkat mobile, seperti ponsel pintar dan tablet.
Processor ini dikenal karena efisiensi energi dan ukuran yang compact atau mini. Beberapa contoh prosesor ARM yang populer di pasaran meliputi Apple A-series yang digunakan dalam iPhone dan iPad, serta Qualcomm Snapdragon yang banyak digunakan oleh perangkat Android.
Perbedaan arsitektur prosesor ARM dengan Intel dan AMD terletak pada sistem pengolah instruksi.
ARM menggunakan arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computing), yang berfokus pada jumlah instruksi yang lebih sedikit dengan efisiensi tinggi, sehingga cocok untuk perangkat yang membutuhkan daya tahan baterai yang baik dan konsumsi daya yang rendah.
Sementara itu, Intel dan AMD menggunakan arsitektur x86 dengan pendekatan CISC (Complex Instruction Set Computing), yang memiliki instruksi yang lebih banyak dan lebih kompleks, yang sesuai untuk komputer yang membutuhkan kinerja yang lebih tinggi.
Berikut beberapa varian yang ada dari prosesor ARM:
- Apple A-series: Digunakan pada perangkat iPhone dan iPad, Apple A-series terus mengalami peningkatan generasi demi generasi, menawarkan kinerja yang lebih tinggi dan efisiensi yang lebih baik
- Qualcomm Snapdragon: Seri prosesor ini digunakan oleh kebanyakan ponsel pintar dan tablet Android, mulai dari Snapdragon 400, 600, dan 800 dengan berbagai pilihan kinerja
- Samsung Exynos: Prosesor buatan Samsung ini digunakan di beberapa ponsel Galaxy buatan perusahaan tersebut, menawarkan kinerja yang kompetitif dibandingkan dengan Snapdragon.
- MediaTek Helio: MediaTek menawarkan berbagai prosesor ARM dengan harga yang lebih terjangkau dan digunakan dalam ponsel pintar dan tablet dari berbagai produsen.
Prosesor ARM biasanya digunakan untuk kebutuhan komputasi yang menuntut efisiensi daya dan ukuran compact, seperti ponsel pintar, tablet, perangkat IoT, pada beberapa komputer seperti Apple MacBook dengan chip M1 yang didasarkan pada arsitektur ARM.
Processor APPLE
Apple, terus berevolusi, yang pada awal kehadirannya menggunakan prosesor buatan pihak ketiga hingga akhirnya memproduksi prosesor mereka sendiri.
Awalnya, Apple menggunakan prosesor PowerPC (dari IBM dan Motorola) sebelum beralih ke prosesor Intel, dan baru-baru ini, Apple telah merancang dan mengembangkan prosesor ARM mereka sendiri dengan nama Apple Silicon.
Berikut ini adalah beberapa contoh prosesor Apple beserta penggunaannya pada perangkat yang populer:
- Apple A-Series (System on a Chip, SoC): Digunakan pada perangkat iPhone dan iPad, misalnya Apple A14 Bionic yang terdapat pada iPhone 12. Prosesor ini mengusung arsitektur ARM dan dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan performa yang dioptimalkan untuk perangkat mobile
- Apple M1 Chip: Prosesor ini adalah produk pertama dari keluarga Apple Silicon yang merupakan prosesor ARM kustom dari Apple. M1 digunakan pada MacBook Air, MacBook Pro, dan Mac mini yang dirilis pada tahun 2020, serta pada iMac dan iPad Pro baru yang dirilis pada tahun 2021.
Perbedaan arsitektur Apple Silicon (Apple A-series dan M1) dengan Intel dan AMD terletak pada dasar arsitektur yang mereka gunakan.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Intel dan AMD menggunakan arsitektur x86 dengan pendekatan CISC (Complex Instruction Set Computing). Sementara itu, Apple Silicon menggunakan arsitektur ARM berbasis RISC (Reduced Instruction Set Computing).
Karena penggunaan arsitektur ARM, prosesor Apple Silicon menawarkan efisiensi daya yang lebih baik daripada prosesor Intel atau AMD pada komputer dengan platform yang sama.
Hal ini memungkinkan perangkat seperti iPad dan iPhone memiliki daya tahan baterai yang lebih baik serta akan memberikan performa yang bagus pada MacBook dengan konsumsi energi yang lebih rendah.
Jenis-jenis prosesor Apple dan kegunaan mereka:
- Apple A-Series
- Apple M1
Nah, itulah ragam prosesor yang masih exist dan ada di pasaran, baik untuk perangkat PC dan juga mobile (handphone).
Untuk tambahan pengetahuan para pembaca, sebenarnya ada juga jenis processor yang lain, tapi produsen dari processor ini sudah tidak lagi memproduksinya, ingin tahu apa saja? ini dia processor lainnya :
1. Cyrix Processor
2.Transmeta Processor
3.VIA processor
Itulah beberapa jenis processor yang ada di pasaran, jadi pastikan kamu memilih mana processor yang ingin kamu gunakan pada perangkat komputer kamu.


Leave a comment